Pages

February 13, 2009

Nasionalisme Part 1 - Bangkit itu Aku untuk Indonesiaku

Lagi senang aja sama lirik-lirik yang berbau nasionalisme hehehe...
Yang di bawah ini dibawakan oleh Deddy Mizwar di hari Kebangkitan Nasional tahun kemarin.

Bangkit itu Susah …
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Takut …
Takut untuk korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya

Bangkit itu Malu …
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu Marah …
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu Mencuri …
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit itu Tidak ada …
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku…
Aku untuk I N D O N E S I A - ku

February 12, 2009

Untitled 2

Kala jari enggan meraba
Kala tangan tak kuasa mendekap
Hanya mata ini yang mampu menatap

Kala lidah tak dapat berkata
Kala bibir tak sanggup berucap
Hanya hati yang bisa bicara

Untitled 1

Makin mendekati hari itu
Kala aku harus melepas semua ini
Semua yang ada saat ini
Hatiku pun makin galau...

Sungguh kawan... ini bukan keputusan yang mudah
Sekali pun kau berpikir aku tahu semua
Sekali pun kau kira aku tahu yang kulakukan

Makin sering aku bertanya
Benarkah ini... apa yang akan kulakukan...
Atau aku akan menjejakkan kaki kembali di jalan ini
Ketika nanti kutemukan jalan itu begitu berbatu dan mendaki...

Untuk apa kulakukan semua ini
Hanya untuk materi?
Oh kawan, jika itu alasannya...
Aku yakin aku pun bisa mendapatkannya dengan tetap di jalanku ini...

Tapi ada satu yang membuatku akan melakukan ini...
Bukan karena harus
Tapi karena ini...
Panggilan hati.

February 11, 2009

Dari Hati

Hari ini aku menanti
Saatnya memberi sebuah persembahan hati
Untuk suatu ruang menempa diri
Tiga tahun lagi...
Dengan penuh cinta akan kuberi...

January 21, 2009

Sepenggal puisi di suatu malam dengan Mas Hewan

How do I love thee? Let me count the ways.
I love thee to the depth and breadth and height
My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of Being and ideal Grace.
I love thee to the level of everyday's
Most quiet need, by sun and candle-light.
I love thee freely, as men strive for Right;
I love thee purely, as they turn from Praise.
I love thee with the passion put to use
In my old griefs, and with my childhood's faith.
I love thee with a love I seemed to lose
With my lost saints, -I love thee with the breath,
Smiles, tears, of all my life! - and, if God choose,
I shall but love thee better after death.

by Elizabeth Barrett Browning

di suatu malam tanggal 12 Nov 2008 melalui percakapan bersama Mas Hewan lewat yahoo messenger