Pages

May 7, 2011

Heaven and Hell

Remembering last night conversation with my friend, I couldn't help myself to explain what I think about this.
It started when we talked about pre marital sex. She said that she would not do it because she knows she would be burned in hell if she ever did that. And I asked... so how about heaven? What kind of place it is? And she answered “full of ‘bidadara-bidadara’ (I couldn’t find the appropriate term of this male ‘bidadari’ in English) that will satisfy you!”

First I think “ups!” then... “What?” why is heaven being identical with fulfilling your sexual need? And honestly I don’t know what kind of place heaven is but surely that kind of heaven is not the one I’m looking for. But...hey... who said I’m looking for heaven??!

So people... what I want the most when the ‘time’ come is my soul meet Him and together with Him forever. If the place that He belongs to is called heaven... then be it. If you call it hell... then be it. I don’t give a damn about the name. He can be wherever He wants and I just want to follow Him.

May 2, 2011

Time flies, my friends!

It suddenly hits me... and scares me...how time flies very fast. Because I do not want yet to be separated with these beautiful people. I love them...I love every single time I spend with them...

Yet...you can't turn back time...but you absolutely can embrace the memory... :)

May 1, 2011

Karena Kadang Semua Nampak Tak Nyata

Iya...semua nampak tidak nyata. Karena semua muncul seperti yg diharapkan, seperti yg diimpikan. Seperti keajaiban. Aku percaya kalau untukNya tidak ada yg mustahil. Tp semuanya terlalu baik. Dan kenapa aku tidak bisa mengimani kalau semua yg terlalu baik ini mungkin.

Kenapa sekarang yg ada hanya rasa takut...

November 26, 2010

Aku ingin jadi orang kaya... boleh nggak ya??

Tulisan ini saya buat tanggal 24 Oktober yang lalu, tapi baru sempat diposting sekarang. Enjoy!


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Akhirnya saya menulis lagi. Tapi kali ini singkat saja.

Tadi siang saya membaca buku  "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya"-nya Ajahn Brahm. Ada satu cerita tentang nelayan yang bekerja secukupnya - lalu menikmati sisa hari bersama keluarga dan teman-temannya - dan profesor sukses yang dengan senang hati memberikan tips-tips bisnis dan manajemen waktu agar si nelayan bisa lebih kaya.

Tentunya lebih "afdol" kalau teman-teman membaca sendiri buku itu. Di halaman 225-227 cerita itu berada.

Cerita tersebut diakhiri oleh satu alinea dari Ajahn Brahm: "Mengapa kita percaya bahwa kita harus bekerja begitu keras dan menjadi kaya raya terlebih dahulu, barulah kita bisa merasa berkecukupan?"

Ah...ya tentu tidak dong! Tapi pertanyaan Ajahn Brahm tersebut menimbulkan pertanyaan lain pada saya... lalu apakah salah orang bekerja keras dan menjadi kaya raya? Bukannya apa-apa...  tapi saya ingin menjadi kaya raya... saya ingin memiliki rumah dengan halaman belakang yang luas... saya ingin memiliki bisnis yang sukses... Lalu apa itu salah? Apa saya menjadi orang yang tidak baik dan tidak bersyukur jika menginginkan dan bekerja untuk mendapatkan hal-hal itu? Sedih dong kalau gitu... Hiks

Tapi saya teringat lagi perkataan salah seorang 'guru' saya yang bulat-bulat besar... Sebut saja namanya Bu Linda (mungkin nama sebenarnya). Bu Linda pernah bilang, jadilah kaya agar bisa bantu orang lain.

Ya! Itu dia! Menjadi kaya dan bekerja keras itu tidak salah...tapi apa yang menjadi tujuan saya dengan menjadi kaya dan bekerja keras itu yang menjadikannya baik atau tidak. Tidak apa-apa kan ya kalau saya ingin rumah dengan halaman belakang luas supaya nanti tiap sebulan sekali saya bisa berkumpul nyaman dengan teman-teman lama saya dan keluarga mereka... Makan siang di kebun belakang... Tidak apa-apa juga kali ya kalau nanti saya punya duit banyak lalu ingin bikin perpustakaan dan sekolah...

Lalu saya teringat Ajahn Brahm tentang si rasa 'berkecukupan' dan 'bahagia' di alinea yang sama. Iya ya...kenapa harus baru bahagia ketika cita-cita, target, goal, atau apapun itu, telah tercapai? Dan saya mengingat-ingat...apa yang membuat saya bahagia? Ternyata teman-teman...

...saya bahagia bukan sekedar karena mencapai tujuan saya dan memenuhi target saya, tapi lebih dari itu, saya berbahagia karena di setiap langkah kaki saya menuju tujuan itu, saya diberikan pemandangan yang begitu menarik dan indah. Saya dipersilahkan memandangnya, menyentuhnya, menghirup aromanya, dan menyimpan pengalamannya.

With each step I am more certain, everything will turns out fine... - I have confidence - OST.  The Sound of Music -

November 10, 2010

Untuk Seorang Teman

Melimpahnya cinta yang ada disini memang tak akan bisa menutupi kosongnya satu ruang di hati itu...  Tapi nikmati saja... nikmati hangatnya, nikmati peluknya, nikmati tawanya, nikmati sakitnya, nikmati rindunya...

Karena ruang kosong itu ada untuk diisi. Dan saat waktunya tiba, sebongkah cinta baru akan datang dan menempatinya... membawa kehangatan, kenyamanan, perlindungan, rasa aman, dan dia akan membuat kamu percaya kalau kamu seorang yang indah. Kamu adalah wanita yang luar biasa!