How do I love thee? Let me count the ways.
I love thee to the depth and breadth and height
My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of Being and ideal Grace.
I love thee to the level of everyday's
Most quiet need, by sun and candle-light.
I love thee freely, as men strive for Right;
I love thee purely, as they turn from Praise.
I love thee with the passion put to use
In my old griefs, and with my childhood's faith.
I love thee with a love I seemed to lose
With my lost saints, -I love thee with the breath,
Smiles, tears, of all my life! - and, if God choose,
I shall but love thee better after death.
by Elizabeth Barrett Browning
di suatu malam tanggal 12 Nov 2008 melalui percakapan bersama Mas Hewan lewat yahoo messenger
Pages
January 21, 2009
February 28, 2008
Thursday, Feb 28th, 2008
Ke Jakarta ke acara IA-ITB ketemu Lilis ngobrol-ngobrol n makan enak. Walopun acaranya membosankan (seperti biasanya lah yah). Tapi seneng aja ngeliat-liat orang yang dateng. Ngobrol-ngobrol ama si Lilis, makan ayam goring mentega yang enak. Dan tidak lupa 2 cangkir kopi persiapan nyetir ke Bandung. Khehehe. And I officially become a driver.
July 31, 2007
Dream a big dream
Menurutku orang yang sudah tak mau bermimpi atau tak dapat bermimpi artinya dia sudah mati.
Sayangnya kawan-kawan... aku bukan orang yang punya hobi bunuh diri :p
Sayangnya kawan-kawan... aku bukan orang yang punya hobi bunuh diri :p
May 8, 2007
Joyful life!!
2 minggu lalu gw melakukan tugas presentasi gw di mata kuliah ilmu komunikasi. Setelah beberapa kali memikirkan topik yang berbeda akhirnya gw tampil juga dengan topik "bahagia".
So... presentasi itu gw mulai dengan menceritakan temen gw yang ngomong ke gw waktu siaware kemaren betapa dia ngiri liat gw yang nampak selalu ceria dan happy sperti tak punya persoalan dalam hidup.
Really? Apa gw ga pernah punya masalah ato gw ga pernah sedih?
Guys, selama 6,5 tahun berada di ITB ternyata periode itulah yang menjadi periode tersulit dalam hidup gw sampe saat ini. Tepatnya selama 6,5 tahun berada di PSM-ITB. Saat-saat ketika sampailah kebutuhan tertinggi manusia untuk mengaktualisasikan diri, disitu semua kesulitan menerpa. Ga perlu kayaknya gw ceritain lagi kesedihan2 yang gw alami, ke-putus asa-an, kebencian (yeah, right... "hate"), dll dsb. But thank God for giving me a lot of wonderful friends. Disini gw juga ingin menghaturkan terimakasih ke kalian guys, the 2000-ers, kalian yang selalu memberikan petunjuk ketika gw kehilangan arah, mengingatkan gw kalo gw salah, tetep ngedukung gw walau gw keras kepala, dan terus ada untuk membantu gw bangun. Yang paling indah dan paling gw syukuri adalah bagaimana kalian ada dengan segala ketulusan dan tanpa prasangka. Kalian semua terlalu indah untuk dilupakan (kecuali kalo gw kena demensia seblon meninggal kali yah... ya itu mah maaf-maaf saja yah :p).
So, bulan Maret yang lalu gw mendapatkan masalah di kerjaan gw. Bukan permasalahan terbesar yang pernah gw hadapi memang, tapi cukup besar untuk membuat gw berkali-kali berpikir ingin menyerah. Sampai akhirnya gw sampai di titik dimana gw disadarkan, kalau gw menyerah, gw tidak akan bisa menangani tantangan yang lebih besar lagi. Dan gw yakin untuk mencapai cita-cita gw yang sedemikian besar, gw harus melewati rintangan yang lebih besar lagi. Toh kalau gw paksakan diri gw, gw yakin pada akhirnya gw akan bisa mengatasinya. "Break the limit" that's the point.
Di titik itu jg gw sadar dan gw diingatkan lagi kalau semua yang gw jalani selama ini, terutama selama 6,5 tahun ini semata-mata cuman latihan, tempaan dari Tuhan supaya gw bisa ngehandle yang lebih besar lagi. Tiap hari gw pasti ditarik lagi untuk melewati apa yang sudah bisa gw capai. Luar biasanya, ketika hari minggunya gw kebaktian (sekali2nya tuh yah gw kebaktian di gereja lain yang belon pernah gw datengin n gara2 ngisi pelayanan ama Magnificat Youth Choir), pendetanya ada bilang "janganlah berdoa minta kesabaran, karena sabar itu buah dari tempaan". Bener banget guys. Apa yang ada dalam diri gw sekarang ini hasil dari tempaan dan gw bersyukur sekali bisa menyadarinya. Sekarang, tiap harinya ada keyakinan baru kalau masalah apapun yang gw alami di hari itu akan menjadi suatu tempaan bagi gw sehingga gw lebih kuat lagi. I believe that God already prepared something huge for me. And that huge thing will be so so so so wonderful. Keyakinan itu yang membuat gw lebih bahagia lagi setiap harinya.
Gw mengalami banyak kesenangan di PSM dan gw juga mengalami berbagai kesedihan disana. Tapi dua hal itulah yang membuat gw menjadi manusia yang lebih utuh, dan karenanya gw lebih berbahagia. Mengalami kedua hal itulah, kesedihan dan kesenangan, yang membuat gw berbahagia. Apalagi ketika di tiap kejadiannya, senang maupun sedih, ada sesuatu yang gw pelajari.
Have a joyful life guys!!!
So... presentasi itu gw mulai dengan menceritakan temen gw yang ngomong ke gw waktu siaware kemaren betapa dia ngiri liat gw yang nampak selalu ceria dan happy sperti tak punya persoalan dalam hidup.
Really? Apa gw ga pernah punya masalah ato gw ga pernah sedih?
Guys, selama 6,5 tahun berada di ITB ternyata periode itulah yang menjadi periode tersulit dalam hidup gw sampe saat ini. Tepatnya selama 6,5 tahun berada di PSM-ITB. Saat-saat ketika sampailah kebutuhan tertinggi manusia untuk mengaktualisasikan diri, disitu semua kesulitan menerpa. Ga perlu kayaknya gw ceritain lagi kesedihan2 yang gw alami, ke-putus asa-an, kebencian (yeah, right... "hate"), dll dsb. But thank God for giving me a lot of wonderful friends. Disini gw juga ingin menghaturkan terimakasih ke kalian guys, the 2000-ers, kalian yang selalu memberikan petunjuk ketika gw kehilangan arah, mengingatkan gw kalo gw salah, tetep ngedukung gw walau gw keras kepala, dan terus ada untuk membantu gw bangun. Yang paling indah dan paling gw syukuri adalah bagaimana kalian ada dengan segala ketulusan dan tanpa prasangka. Kalian semua terlalu indah untuk dilupakan (kecuali kalo gw kena demensia seblon meninggal kali yah... ya itu mah maaf-maaf saja yah :p).
So, bulan Maret yang lalu gw mendapatkan masalah di kerjaan gw. Bukan permasalahan terbesar yang pernah gw hadapi memang, tapi cukup besar untuk membuat gw berkali-kali berpikir ingin menyerah. Sampai akhirnya gw sampai di titik dimana gw disadarkan, kalau gw menyerah, gw tidak akan bisa menangani tantangan yang lebih besar lagi. Dan gw yakin untuk mencapai cita-cita gw yang sedemikian besar, gw harus melewati rintangan yang lebih besar lagi. Toh kalau gw paksakan diri gw, gw yakin pada akhirnya gw akan bisa mengatasinya. "Break the limit" that's the point.
Di titik itu jg gw sadar dan gw diingatkan lagi kalau semua yang gw jalani selama ini, terutama selama 6,5 tahun ini semata-mata cuman latihan, tempaan dari Tuhan supaya gw bisa ngehandle yang lebih besar lagi. Tiap hari gw pasti ditarik lagi untuk melewati apa yang sudah bisa gw capai. Luar biasanya, ketika hari minggunya gw kebaktian (sekali2nya tuh yah gw kebaktian di gereja lain yang belon pernah gw datengin n gara2 ngisi pelayanan ama Magnificat Youth Choir), pendetanya ada bilang "janganlah berdoa minta kesabaran, karena sabar itu buah dari tempaan". Bener banget guys. Apa yang ada dalam diri gw sekarang ini hasil dari tempaan dan gw bersyukur sekali bisa menyadarinya. Sekarang, tiap harinya ada keyakinan baru kalau masalah apapun yang gw alami di hari itu akan menjadi suatu tempaan bagi gw sehingga gw lebih kuat lagi. I believe that God already prepared something huge for me. And that huge thing will be so so so so wonderful. Keyakinan itu yang membuat gw lebih bahagia lagi setiap harinya.
Gw mengalami banyak kesenangan di PSM dan gw juga mengalami berbagai kesedihan disana. Tapi dua hal itulah yang membuat gw menjadi manusia yang lebih utuh, dan karenanya gw lebih berbahagia. Mengalami kedua hal itulah, kesedihan dan kesenangan, yang membuat gw berbahagia. Apalagi ketika di tiap kejadiannya, senang maupun sedih, ada sesuatu yang gw pelajari.
Have a joyful life guys!!!
May 6, 2007
Infotainment?
Helow fellows... hehehehe
Thanks for using your spare time to visit this page :D
This time I want to discuss about "infotainment"
Do you often watch infotainment? Do you like to watch it?
Yea... maybe you are one that does not have that kind of interest to watch infotainment. But have you ever watch it even just one time? I doubt you never watch it at all.
This "infotainment" thing we just talked about refers to some gossip shows in television that gossiping celebrities (off course!)
But I think that definition is too superficial. I prefer define infotainment for TV shows that give more benefit for me. For me... infotainments are TV shows that give you knowledge. Not just information, but something that you can learn a lot from it. The Oprah show, kick Andy, beautiful homes and great estates, jejak petualang, and jelajah are some of TV shows that I called the real infotainment. Most of them are metro tv's shows.
While I typing this blog, I am watching a metro's show, "The Presidents' Kids". It turns out to be so difficult for me to stay home in Sunday and study for my exam tomorrow while the TV offer a lot of good shows. There was Oprah show at 10 am this morning, then Kick Andy at 2 pm, The Presidents' Kids at 4 pm, and absolutely I will watch the Oprah prime time at 7 pm. Oh... I wish I don't have exam tomorrow. Yeah... the exams will be finished in a couple of days, but still I have a bunch of works to do every Saturday and Sunday. And exam is the only reason I can stay at home this day (for studying of course, not for watching TV).
I think metro tv is the only channel in Indonesia that really gives a lot of good infotainment shows. Cable TVs are another option. For me... having this kind of channel in our country give me a kind of happiness coz their programs improve our knowledge and hopefully we can do more for this country. But to bad, in general, the channel suitable most for the people that have high education. I really look for TV that can reach the people with middle and low educational background and improve their knowledge. Not just offer "sinetron" to them, but give educational program that suitable for them. I think I will offer this dream for my friends who work in TV station.
So guys, what's your opinion?
Thanks for using your spare time to visit this page :D
This time I want to discuss about "infotainment"
Do you often watch infotainment? Do you like to watch it?
Yea... maybe you are one that does not have that kind of interest to watch infotainment. But have you ever watch it even just one time? I doubt you never watch it at all.
This "infotainment" thing we just talked about refers to some gossip shows in television that gossiping celebrities (off course!)
But I think that definition is too superficial. I prefer define infotainment for TV shows that give more benefit for me. For me... infotainments are TV shows that give you knowledge. Not just information, but something that you can learn a lot from it. The Oprah show, kick Andy, beautiful homes and great estates, jejak petualang, and jelajah are some of TV shows that I called the real infotainment. Most of them are metro tv's shows.
While I typing this blog, I am watching a metro's show, "The Presidents' Kids". It turns out to be so difficult for me to stay home in Sunday and study for my exam tomorrow while the TV offer a lot of good shows. There was Oprah show at 10 am this morning, then Kick Andy at 2 pm, The Presidents' Kids at 4 pm, and absolutely I will watch the Oprah prime time at 7 pm. Oh... I wish I don't have exam tomorrow. Yeah... the exams will be finished in a couple of days, but still I have a bunch of works to do every Saturday and Sunday. And exam is the only reason I can stay at home this day (for studying of course, not for watching TV).
I think metro tv is the only channel in Indonesia that really gives a lot of good infotainment shows. Cable TVs are another option. For me... having this kind of channel in our country give me a kind of happiness coz their programs improve our knowledge and hopefully we can do more for this country. But to bad, in general, the channel suitable most for the people that have high education. I really look for TV that can reach the people with middle and low educational background and improve their knowledge. Not just offer "sinetron" to them, but give educational program that suitable for them. I think I will offer this dream for my friends who work in TV station.
So guys, what's your opinion?
Subscribe to:
Posts (Atom)