Pages

December 31, 2013

Single Post of the Year!

OMG!! *uhuk* How can this happen....?

So, hari ini, hari terakhir di 2013, gw shock! Karena ternyata postingan terakhir gw di blog ini ada di tahun 2012 saja dong. Tentu tidak dapat dibiarkan ya. Dan mumpung belum ganti tahun, maka (terpaksa) gw bikin postingan ini *uhuk*.

Nah, marilah mereview apa yang terjadi di tahun ini sehingga menulis pun aku menjadi sulit.
Januari: sibuk mulai ngumpulin niat buat nesis
Februari: puncak kesibukan ngumpulin niat buat nesis
Maret: sibuk mulai nesis
April: sibuk banget nesis
Mei: sibuk beresin nesis
Juni: sibuk beresin hidup setelah nesis
Juli: sibuk wisuda
Agustus: sibuk liburan
September: sibuk ngajar
Oktober: sibuk ngajar & mulai EO baru
November: sibuk ngajar + proyek-proyek
Desember: sibuk ngurusin semua kesibukan

Okeh! Intinya I am really blessed dipenuhi kesibukan setahun ini yang bikin ga bengong sekaligus pontang panting. Hubungannya dengan nulis? Yah, setiap saat bakal ada aja alasan untuk sibuk ini sibuk itu ya...masalahnya emang niat untuk menyisihkan waktunya itu yang penting.

Jadi...berhubung tertantang memenuhi tantangan di suatu komunitas yang gw ikuti (sebut saja namanya SIAware....mungkin bukan nama komunitas sebenarnya... :p ), aku berjanji demi diri sendiri akan meluangkan waktu setiap hari setidaknya di bulan Januari untuk menulis di blog ini.

So help me God!

October 3, 2012

Short Story

Suatu hari nanti, entah ketika aku masih ada atau ketika nafasku sudah tiada, aku ingin kamu tahu bahwa saat ini aku sedang tersenyum. Mengenang kamu, mengenang kita. Mengenang waktu yang aku habiskan bersamamu untuk bergurau, bercanda, marah, diam, terlelap. Mengenang waktu yang aku habiskan untuk belajar tentang hidupku bersama kamu.

Aku tertawa melihat kebodohanku sendiri yang takut akan sesuatu yang sudah pasti ada, yaitu ketidakpastian. Aku tertawa mengenang kerisauan yang lalu. Ketakutan ketika pada akhirnya aku tidak akan bersama dengan kamu. Aku tertawa mengingat betapa optimisnya dan betapa yakinnya aku akan kamu yang pada akhirnya sekarang aku sadari bahwa itu tak lebih dari usaha meyakinkan diri sendiri dari ketakutan untuk tidak bersama.

Saat ini aku tersenyum ketika menyadari aku memang tidak seyakin itu akan kamu, tidak seyakin itu untuk bersama dengan kamu. Aku juga menyadari bahwa ketidak yakinan itu yang membuatku terus belajar untuk menerima kamu, untuk memupuk cinta, dan untuk menerima aku apa adanya bersama kamu.

Saat ini aku kembali tersenyum, kala akhirnya tiba lagi di titik itu, kepasrahan, keikhlasan. Titik ketika pada akhirnya aku memasrahkan semuanya tentang kita. Titik ketika aku menilik dan mendapat makna dari kilasan waktu bersamamu. Titik ketika hati akhirnya melihat keindahan yang diatur Sang Pemilik Waktu.

Aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu dan tidak ada kata ataupun lakuku yang kurasa dapat menunjukkan itu. Biar sekarang aku belajar lebih lagi tentang aku, tentang kamu, dan tentang aku bersama dirimu. Pada akhir nanti, aku berharap kita akan bersama.

August 27, 2012

Burger Bakar Ijo

Last Saturday, while me and my boyfriend were looking for something to eat, I was intrigued by a sign "Burger Bakar Ijo" at Jl. Ir. H. Juanda. Few days before, my friend told me that she heard about how delicious Burger Ijo is. Assuming it was the same burger, I stop and sit in Burger Bakar Ijo. Now, I think Burger Bakar Ijo and Burger Ijo are not the same.

Far from the level of deliciousness that I expected, this Burger Bakar Ijo was not that good. It was not bad, but I don't think I will come again there.

The bun taste like ordinary Bandung style 'roti bakar' and the meat wasn't burger at all. They put grated cheddar cheese in it that made us wondering, why don't they put cheddar slices instead.

So, after having not so delicious meal, I browse and found out that maybe there is another Burger Ijo, the one that my friend talked about. That Burger Ijo should be my next target ;)

PS: all opinions in this blog are subjective ;)

Bergelantungan di Yogyakarta (Day 3)

Tanggal 5, hari terakhir di Yogyakarta. Somehow akhirnya saya dan Vina dapat me-manage mengunjungi tempat-tempat yang ingin dikunjungi.

Setelah pagi hari dihabiskan untuk hunting batik lagi, siangnya kami pergi ke Ullen Sentalu. Ullen Sentalu merupakan museum budaya dan seni Jawa yang dikelola swasta di daerah Kaliurang. Kebanyakan koleksinya menceritakan sejarah dan budaya dari kasultanan Yogyakarta dan Surakarta beserta keluarga kerajaan. Karena lokasinya yang seperti bunker, suhu di dalam museum ini sejuk sekali. Lingkungan sekitarnya juga rimbun dan sejuk. Walau di dalam museum tidak bisa foto-foto, daerah taman dan halamannya yang asri tidak kalah cantik untuk dinikmati dan dijadikan spot foto. Biaya masuk untuk turis domestik Rp 25.000,- dan untuk turis asing Rp 50.000,-.

Dari Ullen Sentalu kami menuju Ambarrukmo Plaza lagi karena akhirnya Bien ada waktu bertemu saya dan Vina. Nah, baru waktu itu kami mengetahui apa yang dibuat Bien di tempat kerjanya. Ternyata dekor-dekor seputar AmPlaz itu, Bien lah yang merancangnya.

Dua foto di atas merupakan salah dua spot yang didekor Bien menyambut Idul Fitri. Bagus kan! :D

Satu tempat terakhir yang Vina dan saya kunjungi sebelum pulang ke Bandung adalah The House of Raminten, kafe di Jl. FM Noto No.2. Sudah lama denger soal kafe ini dari teman-teman lainnya dan sewaktu sampai disana saya pun langsung tertawa senang. Makanannya murah meriah, tempatnya lumayan padat tapi cukup asik buat nongkrong dan mas-mas-nya sengaja didandani kece. Hahaha. Jujur oke banget perpaduan kemeja dan rompi waiter cowo atau bolero waiter cewe dengan kain batik yang mereka kenakan. Kepikiran aja ya. Sangking ramenya biasanya kalau kesini katanya sih waiting list. Untungnya kemarin kami hanya menunggu sebentar untuk dapat tempat duduk. Layak dikunjungi lagi kalau ke Yogyakarta ;)

Sekian kisah hangout 3 hari di Yogyakarta :D

Bergelantungan di Yogyakarta (Day 2)

Bergelantungan di Kalimilk sampai malam punya konsekuensi tersendiri...yaitu: malas bangun. Yak! Saya yang biasa rajin bangun pagi ya... (uhuk) hari itu leyeh-leyeh saja di kamar. Reni yang kuliah seharian di hari Sabtu dengan hatinya yang baik merelakan mobil kami pakai berkeliling Yogya dan sekitarnya.

Matahari semakin meninggi sementara kami menunggu 2 orang tambahan pasukan sewaan Vina untuk ikut bertualang ke Gua Pindul, Bejiharjo. Sang pasukan Ajoy dan Faik pun datang. Sementara Faik menjemput seorang lagi yang bernama Hendi, Vina memaksa Ajoy yang terlihat lapar untuk makan siang bersama kami di Jejamuran.

Jejamuran adalah restoran dengan spesialisasi menu yang mengetengahkan jamur sebagai bahan utamanya. Setelah browsing alamatnya, akhirnya yang paling bagus yang saya temukan adalah Jl. Niron, Padowaharjo, Sleman, Yogyakarta. Nomer telepon (0274) 868170. Eh alamat dan nomer telepon ini dari website lain ya. Hehehe. Yang pasti sih ikuti aja jalan ke arah Magelang. Nanti ada plang-nya yang mengarah untuk belok ke sebelah kanan.

Cukup sumringah lihat menunya yang penuh jamur. Tenang, ga ada roti jamuran kok. Semuanya jamur layak makan yang segar dan diolah enak. Kami pun memesan sate jamur, jamur pedas bla bla (lupa namanya), dan omlete jamur berbentuk telur dadar itu. Yang putih itu nasi asli dan yang satu lagi asli telur asin juga. Bukan dari jamur maksudnya. Buat saya rasanya enak. Bumbu yang ada tidak menutupi rasa jamurnya. Pas. Kalau ke Yogyakarta dan ada kendaraan pribadi, cobain kesini deh.

Dari Jejamuran kami langsung menuju Wonosari, ke Gunung Pindul tepatnya. Provider yang kami gunakan bisa dikontak lewat twitter @goapindul_GK




Kami mengambil paket Cave Tubing Pindul (Rp 30.000,-) dan Oyo River Tubing (Rp 45.000). Biaya tersebut termasuk pemandu dan peralatannya. Masing-masing paket menghabiskan waktu sekitar 1-1,5 jam. Saat caving dan river tubing tersebut, ada beberapa spot yang bisa dipakai untuk loncat ke sungai. Sempet loh saya loncat dari 9m. Sayang fotonya di kamera teman yang baru dikenal yang belum sempat tukeran email. Namanya Albert anak Atma Jaya 2010 yg dateng bareng pacarnya Rica. Tolong ya yang mengetahui keberadaan Albert kabari kami. Hiks.

Dari goa Pindul kami pulang ke Yogya dan sudah ditunggu Reni untuk makan malam di restoran Pattaya khas Thailand. Alamatnya di Jl. Damai No. 41. Enak loh makanannya disini. Buat lidah saya sih pas walau ga tau buat orang Thailandnya sendiri segitu pas atau tidak. Hehe.


Setelah makan, pulang sebentar berganti baju, kami lanjutkan bergelantungan menutup hari ke Kaliurang. Seperti Lembang. Di kala yang lain memesan mie kuah instant di tengah udara dingin, saya sok sehat mesan telur setengah matang. Hahahaha. Ga terlalu suka sih waktu nongkrong di Kaliurang ini. Lebih karena pengunjung lainnya yang annoying. Kalau sepi sih ya standar lah ya buat nongkrong. Seperti di Cikole, Lembang. Nampak akan asik aja ;)