Pages

March 9, 2009

Hanya PSM-ITB Yang Bisa Begini!

Iya... betul! Sampai saat ini baru di PSM inilah saya bisa melihat seorang alumni yang berdomisili di luar negeri, mau bela-belain datang ke Bandung untuk Gladi Kotor, Gladi Bersih, dan pentas di hari H dengan teman-temannya alumni PSM yang lain.
Baru di PSM inilah saya melihat antusiasme yang begitu dashyat yang dilontarkan dengan spontan oleh alumni dengan range angkatan begitu luas.
Baru di PSM inilah saya melihat orang-orang yang rela meninggalkan waktu luangnya untuk berlatih bersama.
Baru di PSM inilah saya melihat ruang yang begitu luas untuk belajar dan kebebasan yang begitu besar untuk berekspresi.
Baru di PSM inilah saya melihat ketulusan tiada tara yang diberikan dengan penuh suka cita dan berbuah kepuasan hati.

7 tahun yang lalu... ya betul kawan-kawan... 7 tahun yang lalu... Bapak Bambang Bramono, seorang founder PSM berbincang-bincang dengan saya melalui telepon. Diantara bincang-bincang itu beliau bertanya pada saya... "Senang tidak di PSM?" Saya pun menjawab "wah...senang sekali Pak!". Beberapa saat lalu saya teringat kembali pertanyaan tersebut dan saya terpikir jika pertanyaan tersebut dilontarkan kembali saat ini, apa ya jawaban saya?

Saya merasakan manisnya
Saya mengecap pahitnya
Saya mendapatkan energinya
Saya pun tertimpa kelelahannya

Orang-orang ini sering sekali membuat saya tertawa
Tapi bukan tidak pernah mereka membuat saya berurai air mata
Saya merasakan senangnya
Saya merasakan sakitnya

dan ketika hal-hal tersebut membuat saya menjadi lebih utuh, disitulah saya berbahagia.

PSM memang hanya wadah, tidak lebih dari itu. Dia bukan sesuatu yang istimewa, tapi orang-orang yang didalamnya yang membuatnya luar biasa. PSM hanya kendaraan, tapi saya beruntung bisa melihat kilasan gambar yang sangat banyak dengan hadirnya pribadi-pribadi menawan di sekitar saya.

Hari ini saya melihat mereka, kakak-kakak yang mana suatu saat nanti saya ingin menjadi seperti mereka. Hari ini juga saya melihat adik-adik saya yang memiliki begitu banyak energi dan antusiasme untuk maju. Sungguh... ini kesempatan yang begitu langka dan hari ini saya bersyukur bisa berada di dalamnya.

Terima kasih atas kesempatan dan ruang yang diberikan pada saya untuk berbagi dengan kakak-kakak dan adik-adik semua.


NB: Tulisan ini saya buat karena tadi saya tersentak karena baru mengetahui seorang Kakak akan meninggalkan Indonesia sabtu ini. Senang sekali bisa berinteraksi dengannya 7 tahun terakhir ini. Take care ya Mas Bayu! :D

5 comments:

Ronny said...

Marina a.k.a Jukie,

It's like Dejavu..I believe kita semua ex-PSM-ers sudah pernah merasakan hal yang sama yang dituliskan di atas...
All feelings, all experiences...
And all makes me yearns to go back to those good'ole days. One of the happiest times of my life =)

Pabolehbuat - responsibilities change, geographical existence change, timings are limited...
Tapi saya masih selalu nyempetin dateng ke sekre PSM setiap saya ke Indonesia.
Apa para Alumni yang lain juga masih suka dateng ke sana?

Saya sih pengennya di Sekre ada buku tamu khusus buat Alumni PSM - jadi ntar bisa tracking siapa aja yang udah pernah 'napak tilas' ke current Sekre PSM.

Thanks dan salam dari kami di Kuwait.
Ronny Adriansyah - Tenor - TK 87
Henny Ameilia - Alto - FA 88
(hasil 'home tournament' PSM yang berhasil, dan ikut kaidah yang baku - Tenor sama Alto, Bass sama Sopran =P)

Anonymous said...

Itu semua yang membuat kita yang pernah "berjibaku" di PSM ngga akan pernah bisa pindah ke lain hati.
terlebih lagi kalau jadi pemenang home tournament kali ye...hahahaha...

-nenangs-

Ari Kuncoro said...

oya? segitunya juk?
wow...
Tapi, beda euy, jaman dulu ama sekarang. sekarang kesian anak baru cuma dikasih waktu maksimal 5 thn kuliah, kalo nggak di-DO. :(

semoga semangat akan tetap membara.

fuzzydesi said...

Waa.. mengharukan sekali :). Bener-bener anugrah ya bisa merasakan sesuatu hingga "sedalam" itu.

Jukie said...

Kyaa baru ngecek... ternyata banyak komennya yah...
Betul apa kata Desy... bukan soal PSMnya... tapi pernah merasakan sesuatu yang 'sedalam' itu... disitu intinya :D